Headlines News :
Home » , » Terapi Suami Selingkuh

Terapi Suami Selingkuh

Konsultasi.GalihGumelar.com - Ini bukan fiksi, bukan cerita, bukan pula karangan bebas. Seorang kawan yang berparas rupawan, telah dikaruniai dua putra, satu putri. “Karier” perselingkuhannya telah memasuki tahun ke delapan.

Ia seorang kontraktor, beristrikan seorang dokter, seorang PNS di dinas kesehatan provinsi. Ibu dokter ini termasuk istri yang sabarnya tak ketulungan.

Tak ada ekspresi sedih di wajahnya. Hanya satu jawaban jika orang bertanya kepadanya: “Bapak bukan anak kecil lagi, beliau tahu mana yang benar, mana yang buruk”. Wow, sebuah jawaban yang membuat sang penanya terdiam.

Ibu dokter mengungkapkan seperti ini: “Namanya suami. Mau istri sabar kek, cerewet kek, pemarah kek, cantik kek. Kalau mau selingkuh, yah tetap aja selingkuh. Mau komplen, yah paling ribut di depan anak-anak”.

Karena menurutnya, selingkuh berisiko besar terhadap fisik. Bisa saja keluarga yang diselingkuhinya marah dan melakukan tindak kekerasan fisik kepada suaminya. Hanya satu harapan besarnya yakni keselamatan fisik sang suami.

* * *

“Tak ada gunanya, tidak ada manfaatnya, buang-buang waktu, buang-buang energi, buang-buang tenaga”. Begitu ucapan penyesalan sang suami kepadaku.

Saya katakan pada dia. “Cukup lama juga kamu aktif selingkuh. Sekarang memasuki masa pensiun yah?”

Dia beritakan pada saya, tak ada perselingkuhan andainya tak ada perempuan yang suka pada lelaki yang beristri. Saya terhenyak.

Menurut dia, wanita-wanita yang diselingkuhinya hanya pengen bersama tanpa ikatan pernikahan, bebas dari tanggung jawab kerumah tanggaan, tiada beban. Jika bicara tentang cinta, ia katakan bukan soal cinta menjadi faktor utama. Tapi rasa suka saja. Teman jalan, teman nonton, teman berbagi.

Ia sesali, ia terlalu jauh berbagi selama hampir delapan tahun. Padahal ada wanita yang tepat untuk berbagi yakni istri di rumah. Katanya begitu padaku. Diapun ingatkan kepada suami-suami yang belum terlibat permainan ini agar sesalilah sebelum terperangkap. Sebab kata dia, sulit sekali keluar dari zona selingkuh jika sudah berada di dalamnya.

Selingkuh mendidik wanita untuk menjadi tak baik, menyakiti istri dan anak-anak. Ia berpesan jika ada suami ataupun istri berniat selingkuh, pulanglah dan tatap baik-baik mata anak-anak.

Tak ada kebahagian di luar rumah. Sungguh, kabahagiaan itu ada di rumah bersama istri dan anak-anak. Bahkan ia mengungkapkan bahwa selingkuh itu penyakit yang sangat berbahaya. Obatnya adalah mencukupkan apa yang telah ada. Sebab selingkuh hanyalah nikmat sesaat. Karier berjatuhan, harga diri ambruk, wibawa luntur di mata istri, anak-anak dan keluarga. Selingkuh tak membuat hidup lebih baik, malah di gerbang kehancuran. Anak-anak tak simpatik dan kadang meninggalkan rumah karena malu dengan kelakuan sang ayah. Dia berkata lagi: “Percayalah kepadaku, sebab saya telah mengalaminya. Saya menyesali semuanya dan berdoa agar saya dimaafkan Tuhan dan juga anak istri saya”.

Iapun memberikan resep agar sembuh dari penyakit selingkuh. Tanamlah pohon loyalitas, berdaun kesetiaan, berakar pengabdian dan remajakan kembali niat dan makna pernikahanmu. Demikian terapi dan nasehat mantan peselingkuh ini yang ditujukan kepadaku.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Video

Artikel dan Arsip

 
Support : Creating Website | GalihGumelar.com | Konsultasi Galih Gumelar
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Konsultasi OnLine - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by www.galihgumelar.com